loading..

Kategori

Perlu Bantuan?

Perlu konsultasi lebih lanjut tentang produk, pesanan, pemaketan, dan yg lainnya?
Hotline
Hotline 1 : +62 274 446 2069
Hotline 2 : +62 852 9219 6968

Customer Service
Andri : verry_shinichi88
Pebriant : zezhal_community
Roy Ekanala : royeka88

Email
Customer care : care@jogjamarket.com

Random Produk

Baju Batik Pria

Motif Anggur Sogan detail..

Bimasena Muda

Pada masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa, kekuatan Bima tidak ada tandingannya di antara anak-anak sebayanya. Kekuatan tersebut sering dipakai untuk menjahili para sepupunya, yaitu Korawa. Salah satu Korawa yaitu Duryodana, menjadi sangat benci dengan sikap Bima yang selalu jahil. Kebencian tersebut tumbuh subur sehingga Duryodana berniat untuk membunuh Bima.

Bimasena

Potret Bimasena

Pada suatu hari ketika para Korawa serta Pandawa pergi bertamasya di daerah sungai Gangga, Duryodana menyuguhkan makanan dan minuman kepada Bima, yang sebelumnya telah dicampur dengan racun. Karena Bima tidak senang mencurigai seseorang, ia memakan makanan yang diberikan oleh Duryodana. Tak lama kemudian, Bima pingsan. Lalu tubuhnya diikat kuat-kuat oleh Duryodana dengan menggunakan tanaman menjalar, setelah itu dihanyutkan ke sungai Gangga dengan rakit. Saat rakit yang membawa Bima sampai di tengah sungai, ular-ular yang hidup di sekitar sungai tersebut mematuk badan Bima. Ajaibnya, bisa ular tersebut berubah menjadi penangkal bagi racun yang dimakan Bima. Ketika sadar, Bima langsung melepaskan ikatan tanaman menjalar yang melilit tubuhnya, lalu ia membunuh ular-ular yang menggigit badannya. Beberapa ular menyelamatkan diri untuk menemui rajanya, yaitu Naga Basuki.

Saat Naga Basuki mendengar kabar bahwa putera Pandu yang bernama Bima telah membunuh anak buahnya, ia segera menyambut Bima dan memberinya minuman ilahi. Minuman tersebut diminum beberapa mangkuk oleh Bima, sehingga tubuhnya menjadi sangat kuat. Bima tinggal di istana Naga Basuki selama delapan hari, dan setelah itu ia pulang. Saat Bima pulang, Duryodana kesal karena orang yang dibencinya masih hidup. Ketika para Pandawa menyadari bahwa kebencian dalam hati Duryodana mulai bertunas, mereka mulai berhati-hati.

4 Komentar

Verry
- 31 Agustus 2009
Woooo ternyata begitu ceritanya. Tapi aku punya tetangga yg anaknya bernama Bima, wah nakale poooool cah. Iki salahe sopo jal?
Roy Ekanala
- 31 Agustus 2009
Bagus juga ternyata, saya suka ini. semoga bisa menjdai yg terbaik....
Aan
- 31 Agustus 2009
Numpang lewat wae lah..
Pujangga
- 05 September 2009
Ada apaaaaaaaaaaaaaaa dengan mu

Tulis sebuah komentar

Nama : *
Email : *
Web :
Komentar : *
Beberapa kode HTML diperlbolehkan
Kode keamanan :
Kode keamanan
*